160

Beginilah perjuangan ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri Jabungan, Banyumanik, Semarang. Setiap pagi, mereka harus menantang maut dengan menyeberangi sungai jabungan untuk dapat sampai ke sekolah.

Tidak adanya akses lain menuju sekolah, membuat ratusan siswa ini terpaksa melewati derasnya arus sungai. Bahkan, menyeberang sungai sudah menjadi kebiasaan para siswa, sejak sekolah berdiri.

Melihat keadaan yang mengkhawatirkan ini, pihak Kepolisian Sektor Banyumanik, memasang tali melintang untuk dapat digunakan para siswa berpegangan agar tidak terseret arus. Kapolsek Banyumanik, Kompol Retnoyuli, menghimbau agar para siswa tidak menyebrangi sungai saat turun hujan, mengingat derasnya arus sungai jabungan.

Sungai jabungan menjadi satu satunya akses yang digunakan orang tua dan siswa menuju ke sekolah. Jika tidak melewati sungai, mereka harus berjalan memutar sejauh tiga kilometer.

Para orang tua dan guru berharap, Pemerintah dapat membangun jembatan  agar anak-anak tak menyeberang sungai saat berangkat ataupun pulang sekolah. Sungai jabungan merupakan sungai yang memisahkan dua dusun, yakni, di sebelah utara dusun salakan, dusun gebyok sari dengan dusun talun, sindoro dan dusun kidul gunung.,

(Heru Wibawa)