154

Pasca banjir yang merendam wilayah Desa Sayung, Demak, hingga dua bulan lamanya, membuat warga makin terpuruk, khususnya para petani. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga mengakibatkan lahan pertanian rusak dan tidak dapat ditanami.

Kondisi ini tak urung membuat warga yang terkena dampak banjir, terancam kekurangan pangan. Bahkan, selama menganggur, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari, para petani bekerja serabutan.

Guna membantu persoalan ekonomi warganya, pihat desa berupaya membantu dengan membuat pasar sembako murah. Dengan catatan, sasaran sembako murah hanya untuk para petani yang kehilangan pekerjaan .

Kepala Desa Sayung, Munawir, mengatakan, melemahnya ekonomi warga sayung, dirasakan pasca banjir besar yang menerjang enam desa di Kecamatan Sayung. Bahkan, ratusan petani di Desa Sayung terpaksa menganggur lantaran tidak ada lahan pertanian yang dapat digarap.

Ironisnya, meski mengetahui kesengsaraan masyarakat sayung, tidak ada respon dan antisipasi yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak, khususnya Bupati Demak. Bahkan, tak sekali pun Bupati Demak turun langsung memantau kondisi masyarakat sayung saat banjir selama dua bulan merendam ratusan rumah warga.

(Heru Wibawa)