149

Keseharian Riyanto, warga Desa Pejagan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes untuk mengisi waktu luang dirumahnya, pasca menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan sebagai narapidana akibat tersandung kasus penganiayaan.

Di lapas, Riyanto belajar banyak dari teman satu kamarnya. Saat itu Riyanto mendekam satu ruangan dengan seorang narapidana yang divonis hukuman mati akibat terlibat kasus penyalagunaan narkoba. Setiap hari Ia dan teman satu kamarnya mengisi kejenuhan di ruang tahan dengan memanfaatkan limbah koran bekas diolah menjadi berbagai kerajinan.

Dari pengalaman itulah, usai menjalani masa tahanan riyanto terus mengembangkan keterampilan yang di dapatnya. Sebelumnya Riyanto hanya bisa mengolah limbah koran bekas dan majalah menjadi replika kapal pesiar. Namun kini Riyanto terus mengembangkan hingga menjadi berbagai macam replika lain seperti becak dan berbagai macam tanaman.

Untuk menyelesaikan satu replika kapal, Riyanto membutuhkan waktu sekitar tujuh hari, karena kerajinan tersebut Ia kerjakan setelah pulang bekerja di salah satu perusahan transportasi. Replika buatan Riyanto ini ternyata menarik minat sejumlah kerabat dan teman temannya.

Untuk satu replika yang Ia buat, Riyanto tidak mematok harga baku. Namun jika tawaran sudah menutup modal dan mendaptkan upah Ia akan melepas barang tersebut.

Riyanto berharap ada pihak yang bisa membantu agar hasil karyanya bisa dipasarkan lebih luas lagi. Selain dijadikan sebagai sandaran ekonomi pasca dirinya menjalani hukuman. Menurutnya usaha kerajinan tangan ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi tetangganya. Karena tak jarang Riyanto mengunakan tenaga tetangganya untuk membantu membuat lintingan kertas .

(Agus Supramono)