108
Perpindahan ditandai dengan melepas atribut baju jas partai lama warna biru secara bersama sama, dan berganti menggunakan atribut baju partai Hanura berwarna orange kekuning-kuningan. Pergantian baju atribut baru itu, disaksikan oleh wakil ketua umum bidang organisasi kaderisasi keanggotaan partai Hanura, Gede Pasek Suardika, ketua DPD partai Hanura Jateng, M. Supito, ketua bidang pembinaan wilayah Jateng-DIY, Sudewo, serta jajaran pengurus Hanura dari Kabupaten-Kota. Perwakilan kader yang melepas seragam itu berasal dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Blora, Cepu, Salatiga, Pemalang, Demak, Grobogan dan Kabupaten Pekalongan.

Mereka yang mulai ikut bergabung ke partai Hanura diantaranya, Rudi Nurahmat, mantan ketua DPC partai Demokrat yang juga mantan ketua DPRD Kota Semarang. Putranto, sekretaris DPC Kabupaten Jepara. Sucipto, mantan anggota DPRD Pemalang. Widayat, wakil Ketua DPC PD Pemalang, Suntoro wakil ketua partai Demokrat Kabupaten Rembang, Soewarno dari Blora, serta Yuhendri M. Dari partai Perindo.

Sejumlah alasan para kader berpaling dari partai Demokrat ke Partai Hanura, karena mereka menilai Hanura lebih menjanjikan dalam belajar politik, tidak ada dinasti, dan memungkinkan lebih leluasa berkreasi.
Sementara itu, wakil ketua umum bidang organisasi kaderisasi keanggotaan (OKK) partai Hanura, Gede Pasek Suardika mengatakan, teman-teman yang bergabung merupakan tulang punggung pergerakan partai lama yang disia-siakan, dan mereka siap merelakan jabatannya demi kebersamaan.

Perpindahan ratusan kader demokrat tidak terjadi di Jawa Tengah saja, namun juga terjadi di sejumlah Kota dan Propinsi di Nusantara diantaranya, Jawa Timur, Aceh, dan Bali, termasuk mantan ketua umum partai Demokrat Anas Ubaningrum yang saat ini mendekam di LP Cipinang.

(Hendi Nugroho)