58

Berjalan di pematang sawah di tengah sejuknya hawa pegunungan, merupakan sebuah sensasi wisata tersendiri. Terlebih di ujung jalan setapak ini tersembunyi sebuah pemandangan memukau. Gemericik air bening yang jatuh dari ketinggian sekitar 35 meter.

Air terjun Seloresi. Begitu masyarakat setempat memberi nama pada obyek wisata yang terbilang masih perawan ini. Untuk menuju obyek wisata yang kini tengah dikembangkan masyarakat secara swadaya ini, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapainya dari tempat parkir.

Meskipun berada di perbukitan lereng Gunung Lawu Selatan, perjalanannya tak terlalu berat. Jalan setapak menuju air terjun seloresi terbilang landai. Bahkan sawah dan gemericik air sungai kecil yang dikelilingi perbukitan pinus, merupakan keindahan tersendiri. Di beberapa aliran sungai tang tak terlalu curam, masyarakat telah membangun jembatan bambu. Harapan mereka, sarana infrastruktur jembatan bambu ini mempermudah akses menuju air terjun seloresi. Dengan begitu akan semakin banyak orang berkunjung.

Kades Setren, Sri Purwanti, mengatakan, saat ini air terjun seloresi sudah dikunjungi wisatawan lokal, khususnya pada hari minggu. Masyarakat berharap, Pemerintah mensuport upaya warga Setren mengembangkan obyek wisata air terjun seloresi, demi meningkatkan ekonomi.

 (Bambang Widihartono)