165

Suara riuh terdengar disana sini. Anak-anak ini memang sedang belajar membatik jenis batik jumputan. Dengan didampingi orang tua dan guru, anak-anak ini diajari membatik di sebuah kaos putih polos.

Pertama tama, anak-anak ini diajari cara memutar kaos atau yang disebut menjumput kaos dengan cara memutar. Bagian lengan diikat dengan karet dan dibikin menjadi beberapa ikatan. Bisa juga kaos-kaos ini dibungkus dengan kelereng agar nanti ketika di oleskan pewarna  hasilnya ada variasi lain.

Kepala sekolah labschool, Ismuwati, mengatakan belajar membatik ini memang sengaja dilakukan sebagai upaya melestarikan warisan nenek moyang atau yang dalam bahasa Jawa disebut nguri-nguri budaya, sejak dini.

Belajar membatik ini juga merupakan pengalaman pertama bagi anak anak. Mereka mengaku senang dengan membatik.

Proses belajar membatik  untuk anak-anak TK yakni batik jumput, karena dianggap sebagai proses yang paling mudah dan simpel. Selain itu waktu membatiknya terbilang tidak memakan waktu lama.  Harapannya, selain anak-anak mengenal batik dan proses membatik sejak dini, juga bisa menjadi wirausaha untuk para orang tua atau bisa juga ditawarkan kepada warga lain yang ingin membuka usaha batik.

(Heri Riyana)