128

Kue kranjang, bisa jadi kue ini hanya bisa ditemui setahun sekali pada perayaan imlek, pangan yang satu ini merupakan pangan wajib dalam tahun baru Cina. Menjelang imlek, biasanya para pengrajin kue khususnya kue kranjang kebanjiran order. Salah satunya usaha kue kranjang milik Ong Ing Wat, yang beralamat di jalan Kentangan Kota Semarang.

Untuk membuat kue kranjang sendiri butuh waktu yang cukup lama. Mulai dari awal hingga pengemasan butuh waktu 6 hingga 8 jam. Sebelum diolah, tepung ketang yang merupakan bahan dasar kue diayak, dan menghasilkan tepung yang halus, kemudian diaduk dengan telur, gula, dan air. Setelah adonan selesai, adonan di tempatkan pada keranjang kecil yang juga berfungsi sebagai cetakan. Untuk pengukusan butuh waktu hingga tujuh  jam hingga matang.

Dari keterangan Ong Ing Wat, usaha kue kranjang ini sudah merupakan usaha turun temurun, dan Ia sendiri merupakan keturunan ke empat yang mewarisi usaha ini. Agar lebih menarik, kue kranjang buatannya dimodifikasi dengan barbagai rasa, dari rasa coklat, pandan, dan kacang. Pemasarannya ke Jakarta, Jogja dan daerah-daerah di Jawa Tengah. Dan biasanya kue kranjang dijual perkilo 45.000 hingga 47.000, tergantung jenis rasanya.

Setiap menjelang Imlek, usaha kuenya kebanjiran order. Namun, pada saat Imlek saat ini produksinya menurun hingga 25% dibanding tahun lalu. Tahun lalu Ong Ing Wat bisa memproduksi kue keranjang hingga satu ton, namun tahun ini hanya 750 kilogram. Ong Ing Wat berharap, disaat mendekati perayaan imlek penjualannya bisa bertambah.

Dan jangan kaget, ternyata kue kranjang yang dibuat secara Tradisional ini bisa bertahan sampai satu tahun. Meskipun menjelang Imlek kebanjiran order, pengusaha kue krajang tetap mengalami kendala, terutama pada masa sekarang, sebagian besar permasalahan karena mahalnya bahan baku seperti tepung dan gula.

(Hendi Nugroho)